Total Tayangan Halaman

BTemplates.com

BTemplates.com

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Labels

Random Posts

Recent Comments

Recent Posts

Popular Posts

Senin, 29 Agustus 2016

PERKENALAN DARI ACEH DAN BOYOLALI


Assalamualaikum Wr.Wb

Senin,29 Agustus 2016

Hai  guys hari ini tepat nya pada tanggal 29 agustus 2016 di BLC TELKOM KLATEN kedatangan siswa-siswi baru dari aceh dan boyolali,sama seperti saya pada saat pertama kali datang ke blc telkom,mereka juga memperkenalkan diri satu persatu setelah mereka selesai memperkenalkan diri,teman-teman blc telkom mulai mengaju kan pertanyaan-pertanyaan yang akan di ajukan kepada teman-teman dari aceh dan boyolali.

Berikut dokumentasi pada saat teman-teman aceh dan boyolali memperkenalkan diri.








 Sekian dari saya,terimakasih.

Assalamualaikum Wr.Wb




Sabtu, 27 Agustus 2016

KONFIGURASI PORT-SECURITY SECARA STICKY


Konfigurasi Port-Security secara Sticky

Assalamualaikum Wr.Wb

Hallo teman-teman hari ini saya akan sharing tentang konfigurasi port-security secara Sticky,yuk langsung aja kita liat.



1.Pengertian

Port Security adalah sebuah trafik kontrol yang bekerja di layer 2 data link. berfungsi untuk mendaftarkan dan membatasi perangkat end devices mana saja yang dapat terkoneksi pada suatu port di switch tersebut.
implementasi port security pada switch antara lain adalah :
  1. menentukan sekelompok end devices yang diijinkan mengakses port.
  2. mengijinkan hanya 1 mac-address tertentu yang dapat mengakses port.
  3. menentukan tindakan yang akan dilakukan apabila terdeteksi mac address yang diijinkan.
langkah-langkah :
  1. menentukan port pada switch yang akan diberikan fungsi port security.
  2. menentukan tipe dari port, apakah access/trunk. tidak boleh dynamic.
  3. menaktifkan fungsi port security pada port tersebut.
  4. mendaftarkan mac-address dari end devices yang diijinkan.
  5. menentukan hukuman bagi end devices yang tidak terdaftar.
ada dua cara yang digunakan untuk mendaftarkan mac-address dari end devices yang diijinkan kedalam switch.
  1. static secure MAC address, memasukan sendiri mac-address device pada port yang bersangkutan.
  2. sticky secure MAC address, device pertama yang mengirimkan sebuah paket ke switchlah yang akan dicatat mac-addressnya dan didaftarkan. tidak ada ketentuan paket yang dikirimkan apakah paket ping,arp,dll.
selain itu, ada tiga hukuman yang dapat diterapkan pada port security apabila ada MAC address yang tidak terdaftar berusaha mengakses port.
  1. shutdown, saat terjadi pelanggaran, port akan dimatikan.(default port-security)
  2. protect, saat terjadi pelanggaran, port akan tetap menyala tetapi tidak bisa digunakan.
  3. restrict, port akan tetap menyala dan hanya device yang tidak didaftarkan yang tidak bisa mengakses port.
2. Latar Belakang
Latar belakang dari konfiguakserasi Keamanan port adalah dikarenakan dalam sebuah jaringan dapat dikunci port yang akan anda akses. Jadi jika anda mengunci port tersebut, anda akan tidak dapat mengakses apapun. Termasuk bertukar data

3. Alat dan Bahan
1. Seperangkat PC
2. Cisco Packet Tracer

4. Maksud dan Tujuan
  1. Membatasi jumlah MAC-Address yang telah ditentukan
  2. Menentukan bahwa port akan mati secara otomatis
5. Tahapan Pelaksanaan Kegiatan
1. Langkah pertama buatlah topologi sederhana berikut ini

2.Lalu, isikan masing - masing PC nya dengan konfigurasi berikut ini


3. Tidak jauh beda sama yang static, yang kali ini malah lebih mudah. Dan seperti biasa coba PING dari PC 0 ke PC 1. Kalau berhasil test jaringan akan mendapatkan balasan Reply


 4. Setelah itu, masukkan perintah seperti berikut ini di dalam switch seperti berikut ini
Switch>en
Switch#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Switch(config)#interface range fa0/1-2
Switch(config-if-range)#switchport mode access 
Switch(config-if-range)#switchport port-security
Switch(config-if-range)#switchport port-security mac-address sticky 
Switch(config-if-range)#ex
Switch(config)# 

5. Tadi setelah anda test koneksi jaringan, maka akan terbentuk mac-address-table nya. Coba buka di Switch nya dan ketikkan perintah berikut ini
show mac-address-table
6. Setelah itu seperti biasa coba tukar port nya seperti kemarin.. Dari port 0/1 ke port 0/2. Lalu test koneksi jaringan .


7. Dan lihat hasil nya

6. Kesimpulan
Port security adalah sebuah trafik kontrol yang bekerja di layer 2 data link. berfungsi untuk mendaftarkan dan membatasi perangkat end devices mana saja yang dapat terkoneksi pada suatu port di switch tersebut.
Sekian dari saya Wassalamu alaikum wr.wb 
Demikian sharing dari saya hari ini, Terimakasih
Assalamualaikum Wr.Wb
 

RIP ( Routing Information Protocol )


 RIP ( Routing Information Protocol )

Assalamualaikum Wr.Wb

Kamis,25 Agustus 2016

Hai teman-teman kali ini saya akan membahas tentang  RIP ( Routing Information Protocol ),yuk kita liat.

A.Pengertian

Routing Information Protocol (RIP) adalah sebuah protokol routing dinamis yang digunakan dalam jaringan LAN (Local Area Network) dan WAN (Wide Area Network). Oleh karena itu protokol ini diklasifikasikan sebagai Interior Gateway Protocol (IGP). Protokol ini menggunakan algoritma Distance-Vector Routing.
 
B. Latar Belakang
 
Bila menggunakan routing statik kita harus tahu semua next hop dan network yang tidak direct langsung ke mikrotik dan itu menyusahkan dan menguras waktu.
 
C. Alat kerja
 
- Laptop
- Aplikasi Cisco Packet Tracer

D. Maksud dan tujuan
 
Mengkonfigurasikan routing secara dynamic dengan tipe RIP
 
E. Tahap pelaksanaan kegiatan
 
Router 1
Router>en
Router#conf t
Router(config)#int fa0/1
Router(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ex
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip address 172.168.1.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router 2
Router>en
Router#conf t
Router(config)#int fa0/1
Router(config-if)#ip address 192.168.2.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ex
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip address 172.168.1.2 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router 3
Router>en
Router#conf t
Router(config)#int fa0/1
Router(config-if)#ip address 192.168.3.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ex
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip address 172.168.1.3 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router 4
Router>en
Router#conf t
Router(config)#int fa0/1
Router(config-if)#ip address 192.168.4.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ex
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip address 172.168.1.4 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router 5
Router>en
Router#conf t
Router(config)#int fa0/1
Router(config-if)#ip address 192.168.5.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ex
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip address 172.168.1.5 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router 6
Router>en
Router#conf t
Router(config)#int fa0/1
Router(config-if)#ip address 192.168.6.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ex
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip address 172.168.1.6 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router 7
Router>en
Router#conf t
Router(config)#int fa0/1
Router(config-if)#ip address 192.168.7.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ex
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip address 172.168.1.7 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Untuk Mengatur Routing nya
Router 1
Router(config)#router rip 
Router(config-router)#version 2
Router(config-router)#network 192.168.1.0
Router(config-router)#network 172.168.1.0
Router(config-router)#no auto-summary 
Router2
Router(config)#router rip 
Router(config-router)#version 2
Router(config-router)#network 192.168.2.0
Router(config-router)#network 172.168.1.0
Router(config-router)#no auto-summary 
Router3
Router(config)#router rip 
Router(config-router)#version 2
Router(config-router)#network 192.168.3.0
Router(config-router)#network 172.168.1.0
Router(config-router)#no auto-summary 
Router4
Router(config)#router rip 
Router(config-router)#version 2
Router(config-router)#network 192.168.4.0
Router(config-router)#network 172.168.1.0
Router(config-router)#no auto-summary 
Router5
Router(config)#router rip 
Router(config-router)#version 2
Router(config-router)#network 192.168.5.0
Router(config-router)#network 172.168.1.0
Router(config-router)#no auto-summary 
Router6
Router(config)#router rip 
Router(config-router)#version 2
Router(config-router)#network 192.168.6.0
Router(config-router)#network 172.168.1.0
Router(config-router)#no auto-summary 
Router7
Router(config)#router rip 
Router(config-router)#version 2
Router(config-router)#network 192.168.7.0
Router(config-router)#network 172.168.1.0
Router(config-router)#no auto-summary 
3. Atur IP pada Laptop anda
 







4. Coba tesk koneksi jaringan dengan menggunakan PING
 
F. Referensi
 
Ebook Nixtrain
https://id.wikipedia.org/wiki/Penghalaan

 
G. Hasil dan Kesimpulan
 
Hasilnya setiap PC sudah dapat saling ping/berkomunikasi. Untuk kesimpulannya jika PC belum bisa ping mungkin ada keslahan pada saat konfigurasi routing, coba cek konfigurasinya.


Demikian dari saya.

Assalamualaikum Wr.Wb

SUBNETTING AND ADDRESSING


SUBNETTING AND ADDRESSING

Assalamualaikum Wr.Wb

Hai teman-teman hari ini saya akan memposting tentang subnetting dan addressing, yuk langsung aja kita liat.




A. Pengertian

Alamat IP (Internet Protokol  address) adalah deretan angka biner antara 32 bit sampai 128 bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer  host dalam jaringan internet.

B.Latar belakang

Saat kita inginn membangun sebuah jaringan, kita harus paham mengenai subnetting agar  tidak kesulitan saat  membagi IP

C.Maksud dan tujuan


  1.  Dapat menghitung jumplah  host, network, dan broadcast.
  2. Dapat menentukan prefix yang dibutuhkan dalam sebuah jaringan.
D. Materi

Tipe tipe komunikasi  dalam sebuah jaringan
  • Alamat Unicast, yang menyediakan kommunnikasi secara point to point, secara langsung antara dua host dalam sebuah jaringan
  • Alamat Anacast, yang menyediakan metode penyampaian paket data kepada anggota-anggota  terdekat dari sebuah group.
  • Alamt  Broadcast, proses pengiriman sinyal ke berbagai lokasi secara besamaan baik melalui satelit, radio,televisi, komunikasi data pada jaringan dan lain sebagainya.
  • Alamat Multicast, yang menyediakan metode untuk  pengiriman sebuah paket data kebanyak host yang berada dalam group yang  sama

>IP address


IP address adalah alamat identifikasi komputer/host yang berada didalam
jaringan. Setiap komputer/host memiliki IP address yang unik sehingga dua komputer/host yang berbeda tidak boleh memiliki IP address yang sama dalam satu jaringan.

IP address dinyatakan dalam struktur bilangan biner yang terdiri atas 32 bit. Struktur IP address terdiri atas dua bagian yaitu bagian networkID dan hostID. NetworkID menunjukkan ID alamat jaringan tempat host-host berada, sedangkan hostID adalah bagian yang menunjukkan host itu berada. Sederhananya, networkID seperti nama jalan sedangkan hostID adalah nomor rumah dijalan tersebut.

Guna memudahkan dalam pembagiannya maka IP address dibagi-bagi ke
dalam kelas-kelas yang berbeda, yaitu sebagai berikut:

1. Kelas A
          IP address kelas A terdiri atas 8 bit untuk network ID dan sisanya 24 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas A digunakan untuk jaringan dengan jumlah host sangat besar. Pada bit pertama diberikan angka 0 sampai dengan 127.
Karakteristik IP Kelas A :
  • Format : 0NNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH.HHHHHHHH
  • Bit pertama : 0
  • NetworkID : 8 bit
  • HostID : 24 bit
  • Oktat pertama : 0 - 127
  • Jumlah network : 126 (untuk 0 dan 127 dicadangkan)
  • Rentang IP : 1.x.x.x - 126.x.x.x
  • Jumlah IP address : 16.777.214
2. Kelas B
            IP address kelas B terdiri atas 16 bit untuk network ID dan sisanya 16 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas B digunakan untuk jaringan dengan jumlah host tidak terlalu besar. Pada 2 bit pertama, diberikan angka 10.
Karakteristik IP Kelas B :
  • Format : 10NNNNNN. NNNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH
  • Bit pertama : 10
  • NetworkID : 16 bit
  • HostID : 16 bit
  • Oktat pertama : 128 - 191
  • Jumlah network : 16.384
  • Rentang IP : 128.1.x.x - 191.255.x.x
  • Jumlah IP address : 65.534
3. Kelas C
          IP address kelas C terdiri atas 24 bit untuk network ID dan sisanya 8 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas C digunakan untuk jaringan berukuran kecil. Kelas C biasanya digunakan untuk jaringan Local Area Network atau LAN. Pada 3 bit pertama, diberikan angka 110.
Karakteristik IP Kelas C
  • Format : 110NNNNN.NNNNNNNN. NNNNNNNN.HHHHHHHH
  • Bit pertama : 110
  • NetworkID : 24 bit
  • HostID : 8 bit
  • Oktat pertama : 192 - 223
  • Jumlah network : 2.097.152
  • Rentang IP : 192.0.0.x - 223.255.225.x
  • Jumlah IP address : 254



 >Subnetting
Nilai subnet mask berfungsi untuk memisahkan network ID dengan host
ID. Subnet mask diperlukan oleh TCP/IP untuk menentukan, apakah jaringan yang dimaksud adalah jaringan lokal atau nonlokal. Untuk jaringan Nonlokal berarti TCP/IP harus mengirimkan paket data melalui sebuah Router. Dengan demikian, diperlukan address mask untuk menyaring IP address dan paket data yang keluar masuk jaringan tersebut.
Network ID dan Host ID didalam IP address dibedakan oleh penggunaan
subnet mask. Masing-masing subnet mask menggunakan pola nomor 32-bit yang
merupakan bit groups dari semua satu (1) menunjukkan network ID dan semua nol (0) menunjukkan host ID dari porsi IP address.
Sebagai contoh, alamat kelas B : 170.203.93.5 bilangan binernya adalah:
              10101010 11001011 01011101 00000101
              Subnet mask default untuk alamat kelas B adalah :
              11111111 11111111 00000000 00000000
              Bisa juga ditulis dalam notasi desimal : 255.255.0.0




 
 Subnetting pada IP Address Class A
Network address 10.0.0.0/16. Artinya 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet
Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).
Penghitungan:
1. Jumlah Subnet= 2 x , dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 3 oktet
terakhir subnet mask (1 oktet terakhir untuk kelas C, 2 oktet terakhir untuk
kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi jumlah Subnet adalah 2 8
= 256 subnet
2. Jumlah Host per Subnet= 2 y - 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x
yaitu banyaknya binari 0 pada 3 oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per
subnet adalah Subnet= 2 16 - 2 = 65534 host
3. Blok Subnet= 256 - 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
4. Alamat host dan broadcast yang valid


Subnetting pada IP Address Class B
Network address 172.16.0.0/18. Artinya 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan
Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).
Penghitungan:
1. Jumlah Subnet= 2 x , dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet
terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 2 2 = 4 subnet
2. Jumlah Host per Subnet= 2 y - 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x
yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet
adalah 2 14 - 2 = 16.382 host
3. Blok Subnet= 256 - 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan
128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
4. Alamat host dan broadcast yang valid



Subnetting pada IP Address Class C
Misalnya Network address 192.168.1.0/26, artinya kelas C dengan Subnet
Mask /26 berarti
11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).
Langkah penyelesaiannya:
1. Jumlah Subnet= 2 x , dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet
terakhir subnet mask (1 oktet terakhir untuk kelas C, 2 oktet terakhir untuk
kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 2 2
= 4 subnet
2. Jumlah Host per Subnet= 2 y - 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x
yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per
subnet adalah 2 6 - 2 = 62 host
3. Blok Subnet= 256 - 192 = 64 (192 adalah nilai oktet terakhir subnet mask).
Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet
lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
4. Alamat host dan broadcast yang valid. Sebagai catatan, host pertama adalah
1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet
berikutnya.


https://www.google.co.id/?gws_rd=cr,ssl&ei=nky8V8r4CcnOvgTB3ryABQ#q=ip+address

Subnetting pada IP Address Class C
Misalnya Network address 192.168.1.0/26, artinya kelas C dengan Subnet
Mask /26 berarti
11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).
Langkah penyelesaiannya:
1. Jumlah Subnet= 2 x , dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet
terakhir subnet mask (1 oktet terakhir untuk kelas C, 2 oktet terakhir untuk
kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 2 2
= 4 subnet
2. Jumlah Host per Subnet= 2 y - 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x
yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per
subnet adalah 2 6 - 2 = 62 host
3. Blok Subnet= 256 - 192 = 64 (192 adalah nilai oktet terakhir subnet mask).
Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet
lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
4. Alamat host dan broadcast yang valid. Sebagai catatan, host pertama adalah
1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet
berikutnya.

Subnetting pada IP Address Class C
Misalnya Network address 192.168.1.0/26, artinya kelas C dengan Subnet
Mask /26 berarti
11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).
Langkah penyelesaiannya:
1. Jumlah Subnet= 2 x , dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet
terakhir subnet mask (1 oktet terakhir untuk kelas C, 2 oktet terakhir untuk
kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 2 2
= 4 subnet
2. Jumlah Host per Subnet= 2 y - 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x
yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per
subnet adalah 2 6 - 2 = 62 host
3. Blok Subnet= 256 - 192 = 64 (192 adalah nilai oktet terakhir subnet mask).
Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet
lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
4. Alamat host dan broadcast yang valid. Sebagai catatan, host pertama adalah
1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet
berikutnya.


Demikian dari saya.terimakasih....

Assalamualaikum Wr.Wb

 


Jumat, 26 Agustus 2016

ROUTING PROTOCOLS


Routing Protocols 

Assalamualaikum Wr.Wb

Rabu,23 Agustus 2016

Hai guys kali ini saya akan membahas tentang Routing Protocols,yuk kita liat.
A. Pengertian
Routing dalah sebuah proses untuk meneruskan Paket-paket jaringan dari satu jaringan ke jaringan lainnya melalui sebuah antar-jaringan (internetwork).
Pengertian lain :
- Proses forwarding packet data yang dikirim dari satu jaringan ke jaringan lain.
- Device yang melalukan proses routing disebut router
- Semua informasi network yang akan dimiliki oleh router akan disimpan dalam sebuah tabel routing.
- Tabel routing adalah tabel yang memuat seluruh informasi IP Address dari interface router yang lain sehingga router yang satu dengan router yang lain bisa berkomunikasi
.
B. Latar Belakang
Untuk mempelajari routing pada router cisco kita harus paham pengertiannya dahulu.
C. Alat kerja
- Laptop
- Aplikasi Cisco Packet Tracer
D. Maksud dan tujuan
Memahami tentang routing protocols.
E. Materi
Router
Komponen router memiliki kesamaan dengan komponen komputer bisa di lihat pada tabel :
Ini gambar dari device Cisco
Perangkat router ini digunakan untuk menghubungkan jaringan yang berbeda network atau subnet.
Fungsi dari IP Routing
- Proses memindahkan paket dari satu network ke network lain menggunakan layer 3 yaitu router.
- Sebuah hal penting untuk di mengerti karena menyangkung bagaimana router dan konfigurasi yang menggunakan IP.
- Menentukan jalur terbaik.
- Forwarding packet melalui sebuah jalur.
Aturan yang biasa digunakan dalam Routing
- Router hanya menggunakan jalur dengan jangkauan "next hops"
- Router akan menggunakan jalur yang terbaik.
 
Komponen pada Routing
- Autonomous System (AS) Number
Memiliki range dari 1 sampai 65535
- Administrative Distance (AD)
Memiliki range dari 0 sampai 255
Untuk nilai jarak administrasinya bisa di lihat di tabel
F. Referensi
Ebook Nixtrain
https://id.wikipedia.org/wiki/Penghalaan
G.Kesimpulan
Jika kita sudah paham tentang routing protokol kita bisa mengkonfigurasi routing baik statik maupun dinamik.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

 

ETHERCHANNEL DI SWITCH


Etherchannel di Switch
 
Assalamualaikum Wr.Wb

Rabu,24 Agustus 2016

Hai teman-teman kali ini saya akan membahas tetang etherchannel pada switch,yuk ku liat.

A. Pengertian
EtherChannel adalah link port teknologi agregasi atau port-channel arsitektur yang digunakan terutama pada switch Cisco. Hal ini memungkinkan pengelompokan beberapa link Ethernet fisik untuk membuat satu link Ethernet logis untuk tujuan memberikan toleransi kesalahan dan kecepatan tinggi link antara switch, router dan server. Sebuah EtherChannel dapat dibuat dari antara dua dan delapan aktif Cepat, Gigabit atau 10-Gigabit Ethernet port, dengan satu tambahan untuk delapan aktif (failover) port yang menjadi aktif sebagai port aktif lainnya gagal. EtherChannel terutama digunakan dalam jaringan backbone, tetapi juga dapat digunakan untuk menghubungkan mesin pengguna akhir. 
 
Pada Etherchannel tipe PAgP ada ketentuanya agar dapar terhubung seperti tabel berikut ini
B. Latar Belakang
 
Dalam koneksi antar hub terkadang koneksi bisa bermasalah apalagi jika koneksi di bank maka akan mendapat kerugian yang sangat besar maka kita gunakan teknologi Etherchanel.
C. Alat kerja
 
- Laptop
- Aplikasi Cisco Packet Tracer

D. Maksud dan tujuan
 
Untuk membuat link baru antar switch agar jika salah satu port bermasalah akan pindah ke link port lain.
 
E. Tahap pelaksanaan kegiatan
 
1. Buka aplikasi Cisco Packet Tracer dan buat topologi seperti ini
2. Konfigurasikan interfaces pada Switch 1 dengan mode desirable
SW1(config)#int fa0/13
SW1(config-if)#channel-group 1 mode desirable
SW1(config-if)#ex
SW1(config)#int fa0/14
SW1(config-if)#channel-group 1 mode desirable
3. Lalu konfigurasikan interfaces pada Switch 2 dengan mode auto
SW2(config)#int fa0/13
SW2(config-if)#channel-group 1 mode auto
SW2(config-if)#ex
SW2(config)#int fa0/14
SW2(config-if)#channel-group 1 mode auto
4. Setelah itu karena kita menguhubungkan antar switch jadi harus di TRUNK
SW1(config)#int port-channel 1
SW1(config-if)#sw mode trunk
SW2(config)#int port-channel 1
SW2(config-if)#sw mode trunk
5.Untuk verifikasi etherchanel tinggal ketikan perintah :
 
#show etherchannel

Referensi
 
Ebook Nixtrain
https://en.wikipedia.org/wiki/EtherChannel

Hasil dan Kesimpulan
 
Hasilnya dapat dilihat etherchanel sudah dua port yang saling terhubung dan apabila salah satu terputus maka tetap akan terhubung switchnya. Kesimpulannya etherchannel PAgP hanya mampu maximal menampung 8 port.
 
Sekian dari saya terimakasih.
 
Assalamualaikum Wr.Wb

 

VLAN TRUNKING PROTOCOL (VTP)


VLAN Trunking Protocol (VTP)

Assalamualaikum Wr.Wb

Selasa,23 Agustus 2016

Hai guys kali ini saya akan membahas tentang VLAN Trunking Protocol,Langsung aja yuk kita simak.

Tujuan : VTP memungkinkan manajer jaringan untuk mengkonfigurasi switch sehingga akan
menyebarkan konfigurasi VLAN ke switch lain dalam jaringan. Itu
switch dapat dikonfigurasi dalam peran VTP server atau klien VTP.
VTP hanya belajar tentang VLAN normal range (VLAN ID 1-1005).
Extended-range VLAN (ID lebih besar dari 1005) tidak didukung oleh
VTP.


Pengertian

VLAN Trunking Protocol (VTP) adalah protokol proprietary Cisco yang menyebar definisi Virtual Local Area Network (VLAN) pada jaringan area lokal secara keseluruhan.

 VLAN Trunking Protocol (VTP)

proprietary Cisco VLAN Trunking Protocol (VTP) menyederhanakan ini
manajemen - update ke database VLAN yang disebarkan ke semua
switch menggunakan iklan VTP.
VTP mensyaratkan bahwa semua switch yang berpartisipasi bergabung dengan domain VTP.
Switch harus milik domain yang sama untuk berbagi VLAN
informasi, dan switch hanya dapat menjadi milik satu domain.


Mode VTP

Server (mode default)
Membuat, memodifikasi, dan menghapus VLAN.
Mengirim dan meneruskan iklan.
Sinkronisasi konfigurasi VLAN.
Menyimpan konfigurasi di NVRAM.
informasi VLAN disimpan dalam file vlan.dat terletak di flashdisk
ingatan.


Mode VTP

Klien
Tidak dapat membuat, mengubah, atau menghapus VLAN.
• depan iklan.
• Sinkronisasi konfigurasi VLAN.
• Apakah tidak menyimpan di NVRAM


Mode VTP

 
Mode VTP




Konfigurasi VTP
Switch (config) # vtp mode server | klien | jelas
Switch (config) # vtp domain <nama domain>
Switch (config) password # vtp <password>
Switch (config) # vtp versi 2


Verifying VTP
Switch# show vtp 


Topology
 
Sekian dari saya terimakasih.


REFERENSI
https://en.wikipedia.org/wiki/VLAN_Trunking_Protocol

Assalamualaikum Wr.Wb
  



 

Kamis, 25 Agustus 2016

TRUNKING DAN CARA MENGKONFIGURASINYA


Trunking dan Cara Mengkonfigurasinya

Assalamualaikum Wr.Wb

Selasa,23 Agustus 2016

Hai teman-teman kali ini saya akan membagikan tentang Trunking dan cara mengkonfigurasinya,yuk kita liat.

Tujuan : Agar dapat menyediakan banyak akses jaringan ke client dengan menggunakan satu garis atau frekuensi namun tidak secara individu. 

Cara mengkonfigurasi?

Langkah-langkah konfigurasi trunking pada packet tracer adalah sebagai berikut:









1.Membuat desain jaringan yang akan disetting menggunakan trunking.


Pada gambar diatas terdapat 2 switch(switch 0 dan switch 1), 2 vlan (vlan 10 dan vlan 20), dan 4 laptop.

.2. Menyetting IP Address pada tiap masing-masing laptop dengan klik 2 x pada laptop yang akan dikonfigurasi ip addressnya, kemudian pilih desktop, IP Configuration, kemudian pilih yang static dan masukkan ip address seperti berikut:
laptop 0 : 192.168.10.8 (vlan 10)
laptop 1 : 192.168.20.8 (vlan 20)
laptop 2 : 192.168.10.5 (vlan 10)
laptop 3 : 192.168.20.5 (vlan 20)
untuk subnet mask masukkan nilai standart untuk kelas C yaitu : 255.255.255.0
pada gateway bisa diisi, bisa tidak tergantung kebutuhan. Jika diisi, maka konfigurasinya:
laptop 0 dan 2 (pada vlan 10) : 192.168.10.1
laptop 1 dan 3 (pada vlan 20) : 192.168.20.1

3. Melakukan test dengan ping yang ada pada satu jaringan yang sama ( laptop0 dengan laptop2 dan laptop1 dengan laptop3).
Caranya klik 2 x pada laptop kemudian pilih Desktop, Command Prompt dan ketikkan perintah “ping alamat_ip yang ingin di ping harus 1 vlan yang sama).
atau cara lain

4. Melakukan create vlan pada switch dengan klik 2x pada switch, pilih CLI dan melakukan konfigurasi seperti berikut:
Switch>enable
Switch#vlan database
Switch(vlan)#vlan 10 name jacka
VLAN 10 added:
Name: jacka
Switch(vlan)#vlan 20 name santosa
VLAN 20 added:
Name: santosa
Switch(vlan)#exit
APPLY completed.
Exiting….
Switch#

5. Mengecek vlan yang sudah di create dengan cara ping pada laptop yang ada dalam 1 jaringan (hasilnya successfull).

6. Melakukan mapping vlan ke interface dengan konfigurasi sebagai berikut:

Switch#configure terminal
Switch(config)#interface fastEthernet 0/1
Switch(config-if)#switchport mode access
Switch(config-if)#switchport access vlan 10
Switch(config-if)#exit
Switch(config)#interface fastEthernet 0/2
Switch(config-if)#switchport mode access
Switch(config-if)#switchport access vlan 20
Switch(config-if)#exit
Switch(config)#exit

7. Mengecek mapping vlan dengan cara ping pada laptop yang ada dalam 1 jaringan (hasil failed).
8. Membuat trunking pada masing-masing switch dengan konfigurasi sebagai berikut:
Switch#configure terminal
Switch(config)#interface fastEthernet 0/3
Switch(config-if)#switchport mode trunk
Switch(config-if)#switchport trunk native vlan 100
Switch(config-if)#switchport trunk allowed vlan add 10
Switch(config-if)#switchport trunk allowed vlan add 20
Switch(config-if)#exit
Switch(config)#exit
Switch#
9. Mengecek trunking dengan cara ping pada laptop yang ada dalam 1 jaringan (hasil berhasil).

10.Mengecek konfigurasi trunking yang sudah di setting:

Switch#show interfaces fastEthernet 0/3 switchport
 referensi:https://draft.blogger.com/blogger.g?blogID=933431778099555271#editor/target=post;postID=2329283085225323761

 
Sekian dari saya terimakasih.






Assalamualaikum Wr.Wb











Rabu, 24 Agustus 2016

Konfigurasi VLAN Pada Switch


Konfigurasi VLAN Pada Switch

Assalamualaikum Wr.Wb

Hai teman-teman kali ini saya akan membahas tentang konfigurasi VLAN, Langsung aja yuk kita liat.

A.Pengertian
  Switch satu broadcast satu vlan satu broadcast domain.
konfigurasi VLAN pada switch Cisco.
Pada sebuah topologi terdapat 3 buah PC dimana PC1 terhubung ke VLAN 10 melalui interface Fa0/1, PC2 ke VLAN 10 melalui Fa0/2 dan PC3 ke VLAN 20 melalui interface Fa0/3.
Pertama, ketik perintah show vlan brief pada privileged mode untuk menampilkan daftar VLAN pada switch.












VLAN di atas adalah VLAN-VLAN default pada switch Cisco. Secara default semua interface terdaftar di VLAN 1. Sekarang kita akan membuat 2 VLAN baru yaitu VLAN 10 dan VLAN 20.

Untuk membuat VLAN baru, gunakan command vlan [1-1005] pada global configuration mode.
Buat VLAN 10.
Switch(config)#vlan 10
Beri nama VLAN10 dengan perintah name [NAMA_VLAN]. Nama VLAN bebas.
Switch(config-vlan)#name VLAN10
Lakukan yang sama untuk VLAN 20.
Switch(config)#vlan 20
Switch(config-vlan)#name VLAN20 
 
Sekarang terdapat 2 VLAN baru di daftar VLAN yaitu VLAN 10 dan VLAN 20


Selanjutnya daftarkan interface Fa0/1 dan Fa0/2 ke VLAN 10, dan Fa0/3 ke VLAN 20.
Daftarkan interface ke dalam VLAN dengan command switchport mode access dilanjutkan dengan command switchport access vlan [VLAN_ID] pada interface configuration mode.

Daftarkan interface Fa0/1 dan Fa0/2 ke VLAN 10.
Switch(config)#interface fa0/1
Switch(config-if)#switchport mode access
Switch(config-if)#switchport access vlan 10
Switch(config)#interface fa0/2
Switch(config-if)#switchport mode access
Switch(config-if)#switchport access vlan 10
Lakukan yang sama untuk mendaftarkan interface Fa0/3 ke VLAN 20.
Switch(config)#interface fa0/3
Switch(config-if)#switchport mode access
Switch(config-if)#switchport access vlan 20 
Sekarang interface Fa0/1 dan Fa0/2 sudah terdaftar di VLAN 10, dan Fa0/3 di VLAN 20.

Setelah VLAN dikonfigurasikan, PC1 tidak dapat berkomunikasi dengan PC3 karena berbeda VLAN.
PC1 (192.168.10.1) ping ke PC3 (192.168.20.1)
  

sedangkan PC1 tetap bisa berkomunikasi dengan PC2 karena masih di VLAN yang sama. 
PC1 (192.168.10.1) ping ke PC2 (192.168.10.2) 

















Demikian dari saya.terimakasih


REFRENSI
http://junisco.blogspot.co.id/2013/06/konfigurasi-vlan-pada-switch-cisco.html


Assalamualaikum Wr.Wb